|
Value Chain Approach Solusi Persoalan Pemetaan Kelemahan Utama UMKM Indonesia |
|
Thursday, 14 January 2010 |
| | | | | 17-12-2009 | | Persoalan pemetaan bahan baku, desain, pangsa pasar menjadi kelemahan utama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kelemahan mendasar inilah yang selalu berdampak negatif terhadap bisnis yang dirintis UMKM. Banyak yang bisnisnya tidak berkembang, bahkan menjadi kolaps.
Hidayatullah Al Banjari, Konsultan dan National Advisor German Technical Cooperation (GTZ) Regional Economic Development (Red) Indonesia, mengatakan hal ini kepada wartawan dalam Pelatihan Fasilitator Pendidikan Rantai Nilai (Value Chain Approach) di Auditorium Fakultas Teknologi Industri UII, 14-17 Desember 2009. Kegiatan berskala nasional tersebut diselenggarakan hasil kerjasama antara Magister Teknik Industri (MTI UII), Kantor Bank Indonesia (KBI) Yogyakarta, dan GTZ Program RED. Hidayat menyatakan, pemetaan dalam pengembangan bisnis UMKM sangat relevan diterapkan untuk membantu meningkatkan produktivitas bisnis UMKM. "Langkah demikian makin penting sejalan dengan otonomi daerah, yang berdampak langsung pada perubahan peta ekonomi daerah/lokal," ujarnya. Dia menjelaskan, pola pembinaan UMKM di era otonomi daerah belum terdapat model yang jelas dan yang lebih tepat. Pemerintah Federal Jerman melalui GTZ dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencoba untuk mengisi kekosongan model tersebut dengan menyosialisasikan pendekatan rantai nilai (value chain approach) UMKM. "Prinsip pendekatan rantai nilai berupa pemberdayaan pelaku UMKM yang berbasis usaha lokal dan wilayah (kabupaten/kota), dengan jalan pelaku usaha dibina untuk meningkatkan daya saing melalui kluster usaha," kata dia. Substansi kerja dalam pendekatan rantai nilai, fasilitator membina pelaku UMKM dari segi pemetaan bahan baku, desain, minat pasar, serta menghubungkan kluster dengan pemodal (bank dan badan terkait), serta pembeli. Menurut Hidayat, pengalaman membina pelaku usaha mebeler di kawasan Solo Raya dan Yogyakarta, fasilitasi model GTZ berhasil memetakan alur bahan baku dan mengefisiensi pembelian bahan baku. Kemudian fasilitator menghubungkan pelaku usaha kecil dengan desainer maupun buyer di luar negeri. "Kasus pemetaan bahan baku rotan misalnya, pengusaha binaan bisa efisien harga rotan 20%, produknya kontinyu setelah bahan baku tersedia rutin. Ketika fasilitator menghubungkan dengan disainer, maka hasil produk usaha kecil bisa bersaing dari segi harga dan model dengan produk sejenis dari Cina," katanya. (Misbah Munir) | |
|
|
Undangan Pelatihan Fasilitator Value Chain Approach (Pendekatan Rantai Nilai): 14-17 Desember 2009 |
|
Thursday, 14 January 2010 |
| | | | | 20-11-2009 | | Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain Approach) merupakan sebuah pendekatan sekaligus juga alat analisis untuk penguatan (upgrading) daya saing sebuah sub-sektor atau komoditas unggulan daerah secara komprehensif. Aplikasi dari instrument ini bersifat partisipatif yang melibatkan para pelaku yang terkait dalam penciptaan nilai suatu komoditas sejak dari input hingga tahap konsumsi. Melalui pendekatan rantai nilai dapat diperoleh strategi dan rencana aksi yang lebih aplikatif bagi penguatan sebuah sub-sektor atau komoditas unggulan, melalui fasilitasi pembuatan peta rantai nilai (value chain map), analisis rantai nilai (value chain analysis), formulasi strategi dan rencana aksi upgrading rantai nilai, serta ketrampilan fasilitasi untuk aspek-aspek terkait dengan implementasi penguatan rantai nilai. Tujuan pelatihan ini adalah: Meningkatkan ketrampilan para fasilitator dan konsultan untuk dapat menyelenggarakan fasilitasi pada penguatan sebuah sub-sektor atau komoditas unggulan dengan menggunakan pendekatan rantai nilai (value chain approach). Nama kegiatan: PELATIHAN FASILITATOR PENDEKATAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN APPROACH) Tema kegiatan: ”MENGEMBANGKAN SUB-SEKTOR ATAU KOMODITAS UNGGULAN DAERAH MELALUI PENGUATAN RANTAI NILAI“ Penyelenggara: Hasil kerjasama antara: - Bank Indonesia, - Magister Teknik Industri (MTI) UII, dan - GTZ RED Tempat pelaksanaan: Auditorium FTI UII Yogyakarta, pada tanggal 14-17 Desember 2009 Persyaratan peserta: Mempunyai pengalaman sebagai fasilitator atau Konsultan dalam proyek-proyek pembangunan ekonomi atau pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh badan-badan pembangunan, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, LSM, sektor swasta, dll. Pendaftaran:
- Pendaftaran dimulai tanggal 23 November s.d 3 Desember 2009 hanya melalui email ke \n
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya dengan menyertakan CV dan Surat sponsor yang menyatakan bahwa peserta akan menerima tugas setelah pelatihan (formulir pendaftaran yang akan disediakan dikirimkan melalui email setelah calon peserta mengirimkan CV).
- Seleksi peserta berbasis pada kompetensi dan jumlah perserta dibatasi.
- Penilaian awal akan dilakukan melalui seleksi CV dan Panitia akan menghubungi mereka yang dinyatakan lulus untuk wawancara seleksi lebih lanjut.
- Calon peserta yang dinyatakan lulus seleksi diwajibkan membayar comitment fee.
Sekretariat:
Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Gedung Fakultas Teknologi Industri,Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta 55584Contact person: Sdri Esti telp: 0274-895287 ext. 110/200 fax: 0274 895007 ext. 148 e-mail: \n
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya website: http://fit.uii.ac.id Berikut informasi Undangan TOF Value Chain Approach (.pdf) dan Summary TOF Value Link (.doc) | |
|
|
Magister Teknik Industri (MTI) UII & Danagung Group Tawarkan Beasiswa S2-Master: 17 Desember 2009 |
|
Thursday, 14 January 2010 |
| 14-11-2009 | | Program Pascasarjana (S2) Magister Teknik Industri (MTI) Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII untuk tahun akademik 2009/2010 bekerjasama dengan Danagung Group melalui program corporate social responsibility (CSR) memberikan Beasiswa MTI UII, yang diperuntukkan bagi pegawai negeri sipil, tenaga-tenaga LSM, dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta, pelaku UKM maupun perorangan (fresh graduate). Beasiswa ini hanya boleh diikuti oleh calon mahasiswa program pascasarjana (S2/Master) di Magister Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Beasiswa akan diberikan dalam bentuk biaya kuliah yang besarannya ditentukan berdasar hasil seleksi.
Informasi lebih detil dapat diunduh di sini: INFORMASI PENAWARAN PROGRAM BEASISWA PASCASARJANA S2 MASTER MAGISTER TEKNIK INDUSTRI UII (.pdf) | |
|
|
Pelatihan Fasilitator Promosi ValueLinks MTI UII, BI, GTZ RED, BAPPENAS & AFKRINDO: 14-17 Des 2009 |
|
Thursday, 14 January 2010 |
| | | | | 12-11-2009 | | Dalam rangka untuk membangun ekonomi daerah di Indonesia, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), bekerjasama dengan German Technical Cooperation Regional Economic Development (GTZ RED), Kantor Bank Indonesia Yogyakarta (KBI Yogyakarta), Magister Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (MTI UII), dan Assosiasi Fasilitator dan Konsultan Rantai Nilai Indonesia (AFKRINDO), akan menggelar Pelatihan Fasilitator Promosi ValueLinks 2009. Informasi selengkapnya sebagai berikut: Waktu: 14 sd. 17 Desember 2009 Tempat: di Yogyakarta (informasi detil ada di Panitia) Jumlah Peserta Terbatas: antara 25 s.d 30 orang, meliputi: 10 orang utusan dari Perbankan, 10 orang utusan dari Birokrasi, 5 orang utusan dari Praktisi dan 5 orang utusan dari Akademis. Syarat menjadi peserta harus memiliki: - Pengalaman sebagai Fasilitator atau Konsultan dalam proyek-proyek pembangunan ekonomi atau UMKM untuk promosi yang dilakukan oleh badan-badan pembangunan, lembaga pemerintah, LSM, sektor swasta, dll.
- Motivasi yang kuat untuk meningkatkan keterampilan mereka sendiri dan pengetahuan dalam promosi ekonomi.
- Surat sponsor yang menyatakan bahwa peserta akan menerima tugas setelah pelatihan.
- Sebuah rencana untuk melaksanakan program dalam promosi ekonomi dalam waktu dekat (dalam kerjasama dengan organisasi-organisasi mitra tertentu).
- Peserta diwajibkan membayar commitment fee.
Untuk informasi lebih detail silahkan hubungi panitia ke email: \n
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Hasil yang Diharapkan Selama kurun waktu 1 (satu) tahun setelah Pelatihan, diharapkan lebih dari 20% dari jumlah peserta, telah dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh selama pelatihan dan diwajibkan membuat Laporan Monitoring dan Evaluasi secara terjadwal. Dasar Pemikiran Dalam rangka desentralisasi, pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten maupun propinsi memperoleh kewenangan untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah mereka masing-masing. Otoritas ini juga menuntut tanggung jawab besar dalam mempersiapkan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi langkah-langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalam semua proses di atas, pemerintah daerah bukan satu-satunya yang bertanggungjawab, namun ada lembaga akademis, lembaga keuangan, organisasi masyarakat sipil, bahkan sektor swasta mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi. Sinergi yang selaras dan kerjasama antara aktor-aktor tersebut sangat diperlukan sebagai dasar untuk membangun ekonomi. Perekonomian Indonesia terbentuk sebagian besar oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Promosi UMKM sangat dibutuhkan, karena memiliki dampak sosial yang sangat luas dalam hal menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan penciptaan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan pendapatan. Untuk itu, maka promosi UMKM sangat perlu didukung oleh instrumen yang efektif dan komprehensif yang dapat (1) mengidentifikasi potensi yang ada baik untuk sub sektor ataupun produk di daerah, (2) menganalisis secara mendalam dan sistematis, mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat serta potensi dan kendala sepanjang ValueLinks, (3) memfasilitasi perumusan visi dan melakukan penguatan strategi yang lebih konkret, (4) mengimplementasikan aktivitas upgrading yang telah memasukkan solusi alternatif untuk mengidentifikasi potensi dan mengatasi kendala yang ada dalam rangka mencapai peningkatan visi, (5) memantau proses pengembangan yang berkelanjutan dan mengevaluasi hasil dari seluruh usaha. “Dengan latar belakang tersebut pembangunan ekonomi memerlukan aksi antara banyak institusi yang bekerja bersama-sama langkah demi langkah menuju visi bersama, maka instrumen promosi value links dari GTZ RED sangat bermanfaat untuk memfasilitasi proses-proses kompleks tersebut. Tujuan Training Berdasarkan konteks yang dijelaskan, ada keharusan untuk melakukan Pelatihan Fasilitator Promosi ValueLinks. Pelatihan ini diarahkan untuk konsultan, fasilitator, BDS-Provider yang nanti akan menyediakan layanan fasilitasi untuk seluruh proses ValueLinks proyek promosi”, ujar Hidayatullah Al Banjari selaku National Advisor GTZ RED. (jerri irgo/misbah munir) | |
|
|